Author: fani

  • Waspada, Ini Penyebab Diet Kamu Gagal

    Diet merupakan cara yang banyak dipilih orang untuk menurunkan berat badan. Apakah kamu juga termasuk yang seperti itu? Lalu, apakah kamu berhasil melakukannya? Sebab, ternyata banyak juga yang justru mengalami kenaikan berat badan saat melakukan diet. Kenapa bisa begitu ya?

    Nah, untuk mengetahui penyebabnya, yuk cari tahu apa saja sih hal yang bisa menyebabkan dietmu gagal.

    1. Terburu-buru

    Setiap hari menimbang badan dengan timbangan komposisi tubuh dengan harapan berat badanmu sudah turun. Padahal kamu belum lama melakukan diet tetapi sudah berharap hasilnya akan terlihat. Saat tidak mendapat hasil, kamu langsung merasa diet gagal dan mencoba cara lain.

    Diet yang sehat memang bisa menurunkan badan, tetapi hasilnya tidak bisa secara instan. Kamu tetap saja membutuhkan waktu untuk bisa merasakan hasilnya. Jadi, cobalah bersabar dan cukup sekali-sekali saja memantau perubahan berat badanmu.

    2. Mengabaikan Kebutuhan Nutrisi

    Diet bukan berarti mengabaikan kebutuhan nutrisi. Ingatlah bahwa setiap nutrisi dibutuhkan oleh tubuhmu, hanya saja jumlah yang dibutuhkan bisa berbeda pada setiap orang. Jadi, pastikan untuk tetap memerhatikan kebutuhan nutrisi tubuh saat diet agar hasil dietmu maksimal tetapi tubuhmu tetap sehat.

    3. Gagal Menahan Diri

    Kunci dari diet adalah kemampuan untuk menahan diri. Namun, tahukah kamu bahwa diet bukan berarti kamu harus benar-benar menghindari semua makanan yang dianggap dapat membuatmu gemuk? Kamu bisa membuat aturan cheating day untuk bisa mengonsumsi makanan kesukaanmu, tetapi tentu saja dalam batas yang wajar. Hanya saja, untuk diet yang dilakukan di bawah pengawasan dokter, pastikan untuk melakukan konsultasi pada doktermu dulu ya sebelum menerapkan ini.

    4. Melewatkan Waktu Makan

    Tidak makan malam atau dengan sengaja melewatkan salah satu jadwal makan dengan alasan mengurangi kalori yang masuk. Namun, tahukah Anda bahwa dengan melakukannya kamu justru bisa makan dalam porsi lebih besar dari yang seharusnya? Sebenarnya saat diet kamu tidak perlu melewatkan waktu makan, hanya saja kamu perlu mengatur menu, porsi, dan menu makanan yang dikonsumsi.

    5. Tidak Berolahraga

    Diet tetapi memiliki gaya hidup pasif, maka penurunan berat badan yang ingin kamu capai akan lebih sulit lagi. Ada baiknya jika selama proses diet, kamu pastikan untuk mendukungnya dengan rutin berolahraga sesuai kemampuanmu.

    Itulah 5 hal yang bisa membuat dietmu gagal. Semoga setelah mengetahuinya kamu bisa berhasil menurunkan badan dengan melakukan diet ya.

  • Mengapa Kecepatan Respon Medis Dapat Menentukan Hidup dan Mati

    Dalam situasi darurat medis, setiap detik memiliki arti yang sangat besar. Penanganan yang terlambat bisa memperburuk kondisi pasien bahkan berujung pada kematian. Itulah sebabnya kecepatan respon tim medis dan fasilitas kesehatan menjadi faktor kunci dalam menentukan peluang hidup seseorang. Layanan intensive care unit juga menjadi salah satu pilar penting dalam sistem kesehatan modern, karena didesain untuk memberikan intervensi cepat, tepat, dan terkoordinasi bagi pasien kritis.

    1. Penanganan darurat pada kasus serangan jantung dan stroke
      Serangan jantung dan stroke merupakan kondisi gawat darurat yang memerlukan tindakan secepat mungkin. Pada kasus serangan jantung, penyumbatan arteri koroner harus segera ditangani agar otot jantung tidak mengalami kerusakan permanen. Begitu juga pada kasus stroke, semakin cepat aliran darah ke otak dipulihkan, semakin besar peluang fungsi otak dapat diselamatkan. Setiap menit keterlambatan dapat menyebabkan hilangnya jutaan sel otak, sehingga penanganan cepat menjadi mutlak diperlukan.
    2. Stabilitas vital pasien dalam kondisi trauma berat
      Kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian, atau cedera berat lainnya bisa mengakibatkan pasien kehilangan banyak darah dalam waktu singkat. Pada situasi ini, langkah medis yang lambat berpotensi menyebabkan kegagalan organ dan kematian. Oleh karena itu, sistem triase dan tindakan darurat di rumah sakit berperan penting untuk menstabilkan tekanan darah, menjaga jalan napas tetap terbuka, serta memastikan organ vital tetap berfungsi. Kecepatan penanganan menentukan apakah pasien memiliki kesempatan untuk bertahan hidup.
    3. Pencegahan komplikasi pada pasien infeksi berat
      Infeksi parah yang tidak ditangani dengan cepat bisa berkembang menjadi sepsis, suatu kondisi berbahaya di mana respons tubuh terhadap infeksi memicu kerusakan organ. Sepsis membutuhkan deteksi dan intervensi segera, mulai dari pemberian antibiotik hingga terapi cairan intravena. Tanpa tindakan cepat, sepsis dapat berkembang menjadi syok septik yang sangat mematikan. Itulah sebabnya respons medis yang tepat waktu menjadi kunci dalam mencegah komplikasi serius pada pasien dengan infeksi berat.
    4. Peran teknologi dalam mempercepat pengambilan keputusan
      Kecepatan respon medis tidak hanya bergantung pada keterampilan tenaga kesehatan, tetapi juga didukung oleh teknologi modern. Alat monitoring canggih mampu memberikan data real-time mengenai kondisi pasien, mulai dari tekanan darah, saturasi oksigen, hingga fungsi jantung. Informasi ini memungkinkan dokter untuk segera mengambil keputusan klinis yang tepat. Semakin cepat keputusan dibuat berdasarkan data yang akurat, semakin tinggi peluang pasien untuk mendapatkan penanganan yang menyelamatkan nyawa.
    5. Dukungan sistem rumah sakit dalam koordinasi tim medis
      Respon cepat tidak mungkin tercapai tanpa koordinasi yang baik antar tenaga kesehatan. Rumah sakit dengan sistem yang terintegrasi memiliki protokol darurat yang jelas, sehingga dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya dapat bekerja secara simultan. Koordinasi ini sangat penting untuk memastikan pasien menerima intervensi medis tanpa hambatan. Mulai dari ruang gawat darurat hingga ruang intensif, kerja sama tim yang efisien akan mempercepat proses penyelamatan pasien.

    Kecepatan respon medis bukan hanya tentang kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan fasilitas, koordinasi tim, serta dukungan teknologi. Setiap detik yang dihemat dalam proses penanganan darurat berpotensi menjadi perbedaan antara hidup dan mati. Inilah sebabnya keberadaan layanan kesehatan yang responsif menjadi sangat penting bagi masyarakat. Ketika kondisi kritis terjadi, intensive care unit Surabaya hadir sebagai pusat penanganan yang mampu memberikan Surabaya.

  • Balita Minum Teh, Amankah? Cek Selengkapnya di Sini!

    Menikmati secangkir teh hangat sambil ditemani dengan camilan pada pagi atau sore hari sudah menjadi rutinitas bagi banyak orang dewasa. Kebiasaan ini bukan tanpa alasan karena teh mengandung beragam nutrisi seperti magnesium, kalium, vitamin B2, vitamin C, serta antioksidan seperti theaflavin, flavonoid, katekin, dan polifenol yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

    Apalagi, jika mengonsumsi teh tanpa gula, maka minuman satu ini tidak akan menyebabkan berat badan naik secara berlebihan. Meski demikian, bagaimana dengan anak balita (bayi lima tahun)? Apakah aman bila balita mengonsumsi teh? Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini! (source: Alodokter)

    Kandungan Teh dan Efeknya

    Melansir dari Alodokter, teh mengandung kafein yang bermanfaat untuk membantu  merangsang sistem saraf dan otak. Apabila dikonsumsi dalam dosis kecil, kandungan kafein dalam teh membuat anak jadi lebih aktif dan energik. Tapi, jika dikonsumsi berlebihan, malah membuat anak kesulitan tidur di malam hari dan sering buang air kecil.

    Selain kafein, teh juga mengandung tanin, yaitu senyawa polifenol yang mana bila dikonsumsi dalam jumlah banyak dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. Padahal, anak-anak terutama balita sangat membutuhkan zat besi untuk mendukung proses tumbuh kembang dan menghasilkan sel darah merah.

    Amankah Teh Diberikan pada Balita?

    Teh sebenarnya aman diberikan pada balita, asalkan porsinya masih dalam batas wajar karena teh mengandung kafein dan tanin, yang mana bila dikonsumsi berlebihan dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan balita. Untuk itu, supaya lebih sehat, sebaiknya pilih teh herbal seperti teh jahe, teh adas, dan teh chamomile karena kafeinnya lebih rendah.

    Selain itu, hindari menyeduh teh dengan tambahan banyak gula karena tidak bagus untuk kesehatan anak. Agar semakin aman, ada beberapa tips memberikan teh pada anak, seperti: baca semua kandungan yang tertera pada produk teh, tidak merendam teh terlalu lama, tambahkan sedikit gula, serta hindari memberikan teh panas karena membuat lidah anak terbakar.

    Kalau mau yang lebih praktis dan juga sehat, Anda bisa memilih teh dari ITO EN, minuman tanpa gula atau pemanis tambahan, dan 0 kalori. Produknya tersedia di berbagai minimarket, convenience store, supermarket, hingga e-commerce atau bisa cek di sini! Yuk, #JadiLebihSehat bersama ITO EN! Nah, untuk Anda yang ingin tahu informasi seputar teh, gaya hidup sehat, dan tips menarik lainnya, bisa follow akun media sosial ITO EN Indonesia: Instagram, X, TikTok, Facebook, dan YouTube.