
Dinding yang berjamur tidak boleh diabaikan begitu saja. Sebab, tidak hanya dapat mengurangi keindahan rumah saja, adanya jamur pada dinding juga bisa menimbulkan berbagai penyakit, khususnya yang berkaitan dengan pernapasan. Namun, bagaimana ya cara mengatasinya agar jamur pada dinding dapat hilang?
Mengatasi Jamur pada Dinding
Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi jamur pada dinding:
1. Hilangkan Jamur
Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menghilangkan jamur pada dinding. Ada beberapa cairan atau larutan yang bisa kamu manfaatkan, seperti larutan karbol, campuran air cuka, baking soda, atau jika ingin yang sudah pasti efektif, bisa menggunakan cairan khusus penghilang jamur. Semprotkan di area yang berjamur dan gosok area tersebut hingga jamur hilang.
2. Identifikasi Penyebab Munculnya Jamur
Setelah jamur hilang, maka kamu perlu mengidentifikasi penyebab munculnya jamur. Tentunya, penyebab utamanya adalah tingginya kelembapan pada dinding, tetapi cobalah identifikasi apa penyebabnya?
Beberapa hal yang bisa menyebabkan munculnya jamur adalah adanya kebocoran pada pipa air dalam dinding, dinding yang terkena kontak dengan air terus menerus, seperti perbatasan dinding kamar mandi atau dinding luar rumah, maupun proses pembangunan dinding yang kurang tepat sehingga air terperangkap di dalamnya.
Setelah mengidentifikasi penyebab munculnya jamur, langkah selanjutnya adalah melakukan perbaikan sesuai dengan penyebabnya. Dengan begitu jamur yang sudah kamu hilangkan tidak akan kembali lagi.
3. Gunakan Dehumidifier
Dehumidifier adalah alat yang berfungsi untuk menyerap kelembapan dalam ruangan. Banyak orang yang menggunakan air humidifier di rumahnya, padahal untuk negara tropis yang cenderung lembap, lebih disarankan untuk menggunakan dehumidifier untuk menyeimbangkan kelembapan ruangan dan mencegah munculnya jamur.
Mencegah Munculnya Jamur pada Dinding
Bagi kamu yang saat ini masih proses pembangunan rumah, ada baiknya jika lebih memerhatikan proses pembangunan dinding dan instalasi air di rumah, terutama untuk instalasi tanam. Pastikan kamu menggunakan pipa yang berkualitas dan melakukan pemasangan sambungan dengan benar untuk mencegah terjadinya kebocoran.Sementara dalam pembuatan dinding, kamu bisa menggunakan bata ringan yang lebih sedikit menyerap air dan perekat bata ringan untuk pemasangannya agar lebih merekat dengan sempurna, sehingga tidak ada celah untuk jalan masuknya air. Pastikan juga untuk mencampurkan mortar dengan takaran air yang tepat agar adonan mortar tidak terlalu basah yang bisa menyebabkan dinding menjadi lebih lembap dan mengurangi kualitas kekokohan dinding.




